Tuesday, 31 May 2011

SMS Nazaruddin Palsu, Ada yang Manfaatkan Situasi


Politikindonesia - Keberadaan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin di Singapura, dimanfaatkan oleh segelintir pihak untuk menyebar kabar bohong. Beredar pesan singkat dari sebuah nomor asing mengatas namakan Nazaruddin yang mendiskreditkan Demokrat dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Belakangan diketahui, SMS tersebut palsu. Publik diminta untuk tak menyebarluaskan informasi bohong tersebut.

Imbauan itu dikemukakan oleh Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana Andi Arief, Sabtu (28/05). “Penyebarluasan info bohong dengan nomor yang juga tidak bisa dipertanggungjawabkan ini di samping tugas aparat hukum untuk segera mengambil tindakan.”

Andi curiga, ada pihak yang memanfaatkan situasi dengan mengirim pesan singkat yang mendiskreditkan banyak pihak, termasuk Presiden SBY. Metode penyebarluasan informasi semacam ini adalah kelanjutan dari berbagai cara yang selama ini digunakan untuk membuat berita bohong.

“Ada baiknya juga untuk bersama-sama tidak menjadi penyebar informasi yang keliru tersebut,” ujar Andi.

Andi menambahkan, kemajuan teknologi memang sangat memungkinkan lahirnya informasi-informasi tidak sehat. Upaya mendiskreditkan yang selama ini selalu digunakan menggunakan SMS, jejaring sosial, dan lain-lain sulit dicegah.

“Tetapi, sangat mungkin ditemukan pelakunya oleh aparat hukum dan oleh media massa bisa difilter karena sumber pemberitaannya yang tidak jelas, dengan isi tanpa fakta. Kejadian seperti ini bisa terkena pada siapapun. Kita berharap tradisi buruk penggunaan teknologi bukan menjadi kebudayaan kita,” imbuhnya.

Adapun sebagian isi SMS tersebut adalah sebagai berikut: "Demi Alloh, Saya M Nazaruddin telah dijebak, dikorbankan dan difitnah. Karakter, karier, masa depan saya dihancurkan. Dari Singapore saya akan membalas."

Dalam pesan singkat itu yang mengaku Nazaruddin juga bertekad akan bongkar kasus sejumlah petinggi Demokrat termasuk kasus Bank Century, korupsi Wisma Atlet, dan Manipulasi data IT 18 juta suara dalam Pemilu.

Nazaruddin sendiri kepada pers, membantah sebagai penyebar pesan singkat tersebut. Dia menegaskan dirinya tidak pernah mengirim SMS atau pesan apapun, apalagi sampai mengancam politisi PD dan SBY. Ini fitnah, enggak benar sama sekali," ujar Nazaruddin kepada pers, Sabtu (28/05) .

Nazaruddin yang dikait-kaitkan dengan kasus dugaan suap Kemenpora dan juga kasus pemberian uang kepada Sekjen MK Janedjri M Gaffar menegaskan dirinya di Singapura sedang melakukan cek kesehatan, tidak untuk ancam-mengancam. "Saya di sini sedang check-up," imbuhnya. (aan/rin/kap) http://www.politikindonesia.com/index.php?

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar Anda.