Tuesday, 31 May 2011
Pengendalian Inflasi
1. Pengertian Umum Inflasi
Inflasi adalah kecenderungan dari harga-harga untuk meningkat secara umum dan terus menerus. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas (atau mengakibatkan kenaikan) kepada barang lainnya. Kebalikan dari inflasi disebut deflasi.
Indikator Inflasi di Indonesia:
• Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan indikator yang umum digunakan untuk menggambarkan pergerakan harga. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat. Dilakukan atas dasar survei bulanan di 45 kota, di pasar tradisional dan modern terhadap 283-397 jenis barang/jasa di setiap kota dan secara keseluruhan terdiri dari 742 komoditas.
• Indeks Harga Perdagangan Besar merupakan indikator yang menggambarkan pergerakan harga dari komoditi-komoditi yang diperdagangkan di suatu daerah.
2. Kondisi Inflasi di Indonesia tahun 2008
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Jambi tahun 2010 adalah 10,52 persen, angka ini mengisyaratkan bahwa kita punya ‘pekerjaan rumah’ untuk memperbaiki kondisi tahun 2011 yang sedang berjalan.
3. Penyebab Inflasi
Secara Teori: Inflasi dapat timbul karena adanya tekanan dari sisi penawaran (cost push inflation), dari sisi permintaan (demand pull inflation), dan dari ekspektasi inflasi.
Faktor-faktor pendorong terjadinya cost push inflation dapat disebabkan oleh depresiasi nilai tukar, dampak inflasi luar negeri terutama negara-negara partner dagang, peningkatan harga-harga komoditi yang diatur pemerintah (administered price, seperti BBM, TDL, tarif telepon, cukai rokok, dan tarif angkutan), dan terjadi negative supply shocks, seperti gagal panen dan langkanya komoditi tertentu akibat bencana alam dan terganggunya distribusi. Hal-hal tersebut otomatis akan membuat biaya produksi naik dan harga-harga melejit.
Faktor penyebab terjadi demand pull inflation adalah tingginya permintaan barang dan jasa relatif terhadap ketersediaannya. Dalam konteks makroekonomi, kondisi ini digambarkan oleh output riil yang melebihi output potensialnya atau permintaan total (agregate demand) lebih besar dari pada kapasitas perekonomian. Dengan kata lain, banyaknya uang beredar di masyarakat yang melebihi jumlah produksi barang dan jasa merupakan pemicu inflasi jenis ini. Inflasi jenis ini bisa memicu naiknya produksi sehingga keuntungan perusahaan naik. Tapi, bila inflasi ini berkelanjutan, harga-harga barang lain dan harga biaya tenaga kerja juga akan ikut naik. Akibatnya, daya beli masyarakat akan turun.
Sementara itu, faktor ekspektasi inflasi dipengaruhi oleh perilaku masyarakat dan pelaku ekonomi apakah lebih cenderung bersifat adaptif atau forward looking. Hal ini tercermin dari perilaku pembentukan harga di tingkat produsen dan pedagang terutama pada saat menjelang hari-hari besar keagamaan (lebaran, natal, dan tahun baru) dan penentuan upah minimum regional.
Penyumbang inflasi terbesar pada tahun 2010 yang lalu adalah terjadinya kenaikan pada bahan makanan, terutama untuk komoditi pokok. Cabe semakin pedas, beras semakin sulit dijangkau, beberapa pendapat mengatakan dan menjadikan anomaly cuaca menjadi salah satu alas an, namun di sisi lain yang tak kalah pentingnya adalah pada bagaimana barang tersebut sampai ke konsumen.
Sebagaimana diketahui hamper semua kebutuhan terhadap bahan makan Jambi berasal dari impoir antar daerah, cabe di datangkan dari Bengkulu, padang dan kota-kota terdekat, begitu juga dengan beras yang sebagaian di dapat dari Sumatera Selatan, belum lagi termask kielompok bawang.
Ketika berbica impor maupun sebaliknya maka kita akan dihadapkan pada kondisi dan baiknya infrastruktur, kondidi inilah yang akhirnya mempengaruhi juga terhadap kenaikan harga, karena bebarapa kondisi jalan yang tidak memadai sehingga menimbulkan cost tambahan yang gilirannya berpengaruh pada stabilitas harga.
4. Alternatif Mengendalikan Inflasi
Perlu dilakukan upaya nyata oleh Pemerintah untuk mengurangi tekanan kenaikan harga yang disebabkan oleh harga pangan dunia. Jadi langkah yang mungkin dilakukan adalah dengan meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi pangan di daerah, sehingga mampu menghasilkan produk sendiri. Selain itu, kendala teknis tentang distribusi juga harus dibenahi oleh Pemerintah sehingga dapat mencegah kenaikan harga dan kelangkaan bahan-bahan kebutuhan pokok utamanya bahan makanan
Conquest of Paradise
Pagi belum seluruhnya tiba, persiapan perjalanan untuk memasuki hutan sudah siap sejaka malam tadi. perjalanan kali ini adalah menjelajah sebagian rimba, untuk mencari orang-orang yang belum tercatat sebagai penduduk. hari itu adalah perjalanan bertepatan dengan kegiatan Sensus Penduduk 2010.
Ada rasa penasaran dan gelisah mungkin rasa khawatir apa yang akan dihadap
i, luasnya hutan yang harus dan kadangkala ditelusuri dengan mengibas semak semak yang akan kami lalui.selama ini hanya cerita dan berbagai ikutannya yang selalu didengar, dengan bumbu-bumbu sedikit mistis tentang keberadaan masyarakat yang akan kami datangi.
pagi akhirnya menjalang, bergegas kami menaiki mobil yang memang sudah disiapkan, perjalanan yang akan dituju adalah pinggir hutan di bukit 12, munjgkin tidak akan ke dalam sekali menyusur yang penting bisa berjumpa dan melihat keberadaan mereka.
Bayangan dan reka reka dengan dugaan 25 tahun yang lampau akhirnya tertepis sudah, mereka adalah kita, yang membedakan adalah dimana mereka hidup, tinggal dan beraktivitas sehari-hari, itu saja.
Suku Kubu atau juga dikenal dengan Suku Anak Dalam atau Orang Rimba adalah salah satu suku bangsa minoritas yang hidup di Pulau Sumatra, tepatnya di Provinsi Jambi dan Sumatra Selatan. Mereka mayoritas hidup di propinsi Jambi, dengan perkiraan jumlah populasi sekitar 200.000 orang.
Menurut tradisi lisan suku Anak Dalam merupakan orang Maalau Sesat, yang m lari ke hutan rimba di sekitar Air Hitam, Taman Nasional Bukit Duabelas. Mereka kemudian dinamakan Moyang Segayo. Tradisi lain menyebutkan mereka berasal dari Pagaruyung, yang mengungsi ke Jambi. Ini diperkuat kenyataan adat suku Anak Dalam punya kesamaan bahasa dan adat dengan suku Minangkabau, seperti sistem matrilineal.

Secara garis besar di Jambi mereka hidup di 3 wilayah ekologis yang berbeda, yaitu Orang Kubu yang di utara Provinsi Jambi (sekitaran Taman Nasional Bukit 30), Taman Nasional Bukit 12, dan wilayah selatan Provinsi Jambi (sepanjang jalan lintas Sumatra). Mereka hidup secara nomaden dan mendasarkan hidupnya pada berburu dan meramu, walaupun banyak dari mereka sekarang telah memiliki lahan karet dan pertanian lainnya.
Kehidupan mereka sangat mengenaskan seiring dengan hilangnya sumber daya hutan yang ada di Jambi dan Sumatra Selatan, dan proses-proses marginalisasi yang dilakukan oleh pemerintah dan suku bangsa dominan (Orang Melayu) yang ada di Jambi dan Sumatra Selatan.
Mayoritas suku kubu menganut kepercayaan animisme, tetapi ada juga beberapa puluh keluarga suku kubu yang pindah ke agama Islam
tulisan berdasarkan kisah perjalanan yang dilakukan pada tahun 2010 pada saat pelaksanaan sensus penduduk dan diperkaya dengan tulisan
WHAT'S EROTOMANIA
Erotomania is a type of delusion in which the affected person believes that another person, usually a stranger or famous person, is in love with him or her. The illness often occurs during psychosis, especially in patients with schizophrenia or bipolar mania.[1] In one case, erotomania was reported in a patient who had undergone surgery for a ruptured cerebral aneurysm.[2] During an erotomanic episode, the patient believes that a "secret admirer" is declaring his or her affection to the patient, often by special glances, signals, telepathy, or messages through the media. Usually the patient then returns the perceived affection by means of letters, phone calls, gifts, and visits to the unwitting recipient. Even though these advances are unexpected and unwanted, any denial of affection by the object of this delusional love is dismissed by the patient as a ploy to conceal the forbidden love from the rest of the world.[2]
The term erotomania is often confused with "obsessive love", obsession with unrequited love, or hypersexuality (see nymphomania). Obsessive love is not erotomania by definition.
Erotomania is also called de Clérambault's syndrome, after the French psychiatrist Gaëtan Gatian de Clérambault (1872–1934), who published a comprehensive review paper on the subject (Les Psychoses Passionelles) in 1921.
From Wikipedia, the free encyclopedia
JOHN ROBERT BARDO
Frank Wilkins
The Stalking Death that Changed the LawIn the late 1980s, a young actress named Rebecca Lucile Schaeffer was struggling to find her big break into show business. Born in 1967, the only child of a psychologist and a writer, Rebecca was sleek, svelte and beautiful. Her beauty landed her on the cover of Seventeen magazine.
She was at the beginning of a promising career as an actress when an unemployed Tucson, Ariz., fast-food worker, who had developed an obsession with her, struck her down in 1989.
She couldn't even afford a phone when her agent tacked a note on her apartment door telling her to report to the set of My Sister Sam, her breakthrough starring opposite Pam Dawber of MoRebecca Schaefferrk and Mindy fame. She moved from New York to California and rented an apartment in the Fairfax District of Los Angeles, in a Tudor style building at 120 N. Sweetzer. She lived a quiet life, alone.
The show was a success, but Rebecca would never live to enjoy it.
Robert John Bardo was the youngest of seven siblings, son of a former Air Force officer. He grew up in Tucson, Arizona, the object of much physical and mental abuse.
According to one of his teachers, Bardo was "a time bomb on the verge of exploding." When he was 13, Bardo took a bus to Maine in search of Samantha Smith, the child that became famous for sending a letter to Mikhail Gorbachov.
The authorities found him and returned him to Tucson.
Bardo became a good student, but wrote his teachers threatening letters. He was hospitalized two times because of "severe emotional damages."
At 16, while working as a janitor for a fast food restaurant, he found a better reality in television. In the fall of 1986, he became a fan of My Sister Sam.
In particular, Bardo began to be obsessed with the character "Patti," played by Rebecca Schaeffer. He built a shrine to her in his bedroom.
She came into my life in the right moment. She was brilliant, pretty, outrageous, her innocence impressed me. She turned into a goddess for me, an idol. Since then, I turned an atheist, I only adored her.
~ Robert John Bardo
Like millions of fans, Bardo started to write letters to her. Rebecca responded, writing that his letter was "the most beautiful" that she had ever received. On her letter, she drew a peace sign, a heart, and signed it: "With love from Rebecca." The day Bardo received the letter he wrote in his diary: When I think of her, I would like to become famous to impress her.
In June 1987, Bardo arrived at the Burbank Studio gates where My Sister Sam was produced, carrying a teddy bear and a bouquet of roses for Rebecca. The guard didn't let him in. Bardo returned a month later with a knife, but didn't gain entrance then either. In his diary, he wrote: "I don't lose. Period."
Bardo returned to Tucson. Later on, he saw her new film Class Struggle in Beverly Hills. In the movie, Rebecca had a bed scene with a male actor. This upset Bardo. He couldn't envision his innocent young girl being an adult woman. To him, she had become "one more of the bitches of Hollywood." Bardo decided Rebecca had to be punished for her immorality. He drew a diagram of her body and marked spots where he planned to shoot her. He asked his older brother, Edgar, to buy him a gun.
Robert Bardo, 21, bombarded Rebecca with swarms of love letters. HeRobert John Bardo collected videos of Rebecca's TV shows: Amazing Stories, My Sister Sam, One Life to Live. He bedecked his room with dozens of glossy publicity photos of the girl he lusted for. He mailed an ominous-sounding letter to his sister in Tennessee, telling her if he couldn't have Rebecca, no one else would. He hopped a Hollywood-bound bus in Tucson, hell-bent on tracking her down.
On July 17, 1989, he called her agent's office and tried to find out where she lived. Refused this information, he relentlessly roamed the streets, flashing her photo and asking passersby if they knew her address. He needlessly paid a private detective $250 to find her. For as little as $1, a person can go into any of California's DMV offices, fill out Form 70 stating who they are, what person they want information on, the reason, and how they intend to use it. Even if they lie, the information is delivered on the spot.
Armed with this information, on July 18 1989, Bardo, dressed in a yellow Polo shirt, rang Rebecca Schaeffer's doorbell. The intercom wasn't working, so she came downstairs to the apartment building's front door. She saw Bardo, and basically ignored his attention. He left and grabbed a meal of onion rings and cheesecake at Jan's Restaurant at 8424 Beverly Blvd. in Los Angeles. After about an hour, Bardo returned to the house and rang the bell again. Still in her housecoat, Schaeffer came to the front door, turned the handle and opened it.
Bardo's own account of the incident: "She had this kid voice... sounded like a little brat or something... said I was wasting her time! ... Wasting her time! No matter what, I thought that was a very callous thing to say to a fan, you know... I grabbed the door... guns still in the bag... I grab it by the trigger... I come around, and kapow, and she's like screaming... aaahhh... screaming... why, aaahhh ... and it's like, oh God... "
A neighbor named Richard Goldman heard the two gunshots and two bloodcurdling screams and rushed to her door and found Rebecca Schaeffer's body clad in a black robe, twitching in the building's foyer. He checked her pulse, but found none. Her arms were akimbo and her feet were wedged between the door and its frame. Witnesses saw a young man in a yellow shirt jogging up the Hollywood block. He turned into an alley and disappeared.
Sirens screaming, Rebecca was rushed to Cedars-Sinai Medical Center. She lingered for 30 minutes before she died.
The next day, back in Tucson, several motorists called 911 to report a man running around in traffic on Interstate 10. It looked like he was trying to get hit. He confessed immediately to the murder. Arizona police faxed his photo to LA, and witnesses confirm his identity. In court, he appeared dazed and confused. "I could probably tell you what I did after I killed her, how I got sick and all...but I don't feel like it," he said.
Rebecca's body was shipped back to her native Oregon, for burial.
A year after the slaying, Bardo gave an interview in which he stated, "I was a fan of hers and I may have carried it too far. But a lot of things have appeared in the press to make me out to be a monster. If I had one wish where if it was to ever come true it would be for Rebecca Schaeffer to be alive today."
When Bardo's sister heard about the murder, she contacted the police about her brother. He was extradited to California. Bardo defense attorneys pleaded he had an unstable mental condition due to childhood abuse.
Bardo was tried and convicted by prosecutor Marcia Clark, who would later become most famous for her unsuccessful attempts to prosecute O.J. Simpson.
Convicted of capital murder in a non-jury courtroom, Bardo was sentenced to life without parole by Superior Court Judge Dino Fulgoni on Dec. 20, 1991. Eyes flashing like Satanic neons, Bardo told the judge: "The idea I killed her for fame is totally ridiculous. I do realize the magnitude of what I've done. I don't think it needs to be compounded by a bunch of lies because she's an actress."
Rebecca Schaeffer's murder and the Teresa Saldana assault case provoked Governor George Deukmejian to sign a law that prohibited the DMV from releasing addresses and inspired the Los Angeles Police Department to create the first Threat Management Team. The California law was passed in 1990 and became effective on the first day of 1991. The law was the first of its kind and later helped to convict Jonathan Norman, who was sentenced to 25 years in prison for attempting to carry out threats against director Steven Spielberg.
According to the legislation, a stalker is defined as "someone who willfully, maliciously and repeatedly follows or harasses another victim and who makes a credible threat with the intent to place the victim or victim's immediate family in fear of their safety." There must be at least two incidents to constitute the crime and show a "continuity of purpose" or credible threat.
By 1993, all states, as well as Canada, put anti-stalking laws into effect.
Be happy in jail!
- Dana Schaeffer, Rebecca's mother, to Bardo.
SMS Nazaruddin Palsu, Ada yang Manfaatkan Situasi
faatkan oleh segelintir pihak untuk menyebar kabar bohong. Beredar pesan singkat dari sebuah nomor asing mengatas namakan Nazaruddin yang mendiskreditkan Demokrat dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Belakangan diketahui, SMS tersebut palsu. Publik diminta untuk tak menyebarluaskan informasi bohong tersebut. Imbauan itu dikemukakan oleh Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana Andi Arief, Sabtu (28/05). “Penyebarluasan info bohong dengan nomor yang juga tidak bisa dipertanggungjawabkan ini di samping tugas aparat hukum untuk segera mengambil tindakan.”
Andi curiga, ada pihak yang memanfaatkan situasi dengan mengirim pesan singkat yang mendiskreditkan banyak pihak, termasuk Presiden SBY. Metode penyebarluasan informasi semacam ini adalah kelanjutan dari berbagai cara yang selama ini digunakan untuk membuat berita bohong.
“Ada baiknya juga untuk bersama-sama tidak menjadi penyebar informasi yang keliru tersebut,” ujar Andi.
Andi menambahkan, kemajuan teknologi memang sangat memungkinkan lahirnya informasi-informasi tidak sehat. Upaya mendiskreditkan yang selama ini selalu digunakan menggunakan SMS, jejaring sosial, dan lain-lain sulit dicegah.
“Tetapi, sangat mungkin ditemukan pelakunya oleh aparat hukum dan oleh media massa bisa difilter karena sumber pemberitaannya yang tidak jelas, dengan isi tanpa fakta. Kejadian seperti ini bisa terkena pada siapapun. Kita berharap tradisi buruk penggunaan teknologi bukan menjadi kebudayaan kita,” imbuhnya.
Adapun sebagian isi SMS tersebut adalah sebagai berikut: "Demi Alloh, Saya M Nazaruddin telah dijebak, dikorbankan dan difitnah. Karakter, karier, masa depan saya dihancurkan. Dari Singapore saya akan membalas."
Dalam pesan singkat itu yang mengaku Nazaruddin juga bertekad akan bongkar kasus sejumlah petinggi Demokrat termasuk kasus Bank Century, korupsi Wisma Atlet, dan Manipulasi data IT 18 juta suara dalam Pemilu.
Nazaruddin sendiri kepada pers, membantah sebagai penyebar pesan singkat tersebut. Dia menegaskan dirinya tidak pernah mengirim SMS atau pesan apapun, apalagi sampai mengancam politisi PD dan SBY. “Ini fitnah, enggak benar sama sekali," ujar Nazaruddin kepada pers, Sabtu (28/05) .
Nazaruddin yang dikait-kaitkan dengan kasus dugaan suap Kemenpora dan juga kasus pemberian uang kepada Sekjen MK Janedjri M Gaffar menegaskan dirinya di Singapura sedang melakukan cek kesehatan, tidak untuk ancam-mengancam. "Saya di sini sedang check-up," imbuhnya. (aan/rin/kap) http://www.politikindonesia.com/index.php?
Kasus Nazaruddin Turunkan Popularitas Demokrat
tap ada."Kemungkinan ada Nazaruddin effect," katanya ketika dihubungi, Senin, 30 Mei 2011. Survei yang dilakukan oleh LSI menunjukkan tren suara untuk Partai Demokrat terus menurun secara signifikan sejak Januari 2010. Jika diadakan pemilihan umum saat ini, hanya 18,9 persen pemilih yang akan memilih partai atau calon dari Partai Demokrat. Padahal pada awal tahun lalu angkanya mencapai 32 persen.
Muhammad Nazaruddin adalah mantan Bendahara Partai Demokrat yang diduga terlibat kasus korupsi wisma atlet SEA Games, Palembang, Sumatra Selatan. Ia terbang ke Singapura pada 23 Mei lalu, sehari sebelum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia mengeluarkan surat pencekalan untuknya. Nazaruddin diduga terlibat dalam pengaturan proyek untuk SEA Games itu. Ia diduga mengusahakan PT Duta Graha Indah menang tender. Atas usaha tersebut ia mendapat sejumlah uang.
Sayangnya, dalam penelitian LSI itu, responden tidak ditanyai tentang persepsi mereka terhadap kasus korupsi yang melibatkan Nazaruddin. Meski begitu, menurut Burhanuddin, penurunan tingkat keterpilihan ini bisa dipahami karena pada saat yang sama sedang terjadi penurunan popularitas Presiden SBY.
Secara umum kasus-kasus korupsi yang mengemuka menyebabkan sentimen masyarakat terhadap partai politik turun. Pemilih tidak lagi merasa dekat dengan partai. Bahkan hanya 20 persen pemilih yang merasa dekat dengan partai. Penurunan sentimen lebih banyak datang dari kalangan menengah atas yang kesal terhadap kasus-kasus korupsi.
Tren ini memang terjadi di kalangan massa mengambang atau swing voters. Seperti dalam pemilihan umum 2009, sentimen pemilih saat ini sangat cair. Pemilih dari Partai Golkar paling stabil, dan pemilih Demokrat dibanding partai besar seperti PDIP dan Golkar paling tidak stabil. Hanya 54,5 persen dari pemilih yang memilih Partai Demokrat pada 2009, menyatakan akan memilih partai yang sama sekarang.
Monday, 30 May 2011
POLICY
Sunday, 29 May 2011
VOLATILE AND ADMINISTERED
INFLATION HIGHLIGHT
MEAN OF INFLATION
A measure that examines the weighted average of prices of a basket of consumer goods and services, such as transportation, food and medical care. The CPI is calculated by taking price changes for each item in the predetermined basket of goods and averaging them; the goods are weighted according to their importance. Changes in CPI are used to assess price changes associated with the cost of living.
Sometimes referred to as "headline inflation."
![]() | |
| Watch: The Consumer Price Index |
FISCAL STIMULUS AND MONETARY
THE ROLE OF FISCAL STIMULUS AND MONETARY EASING IN INDONESIAN ECONOMY DURING GLOBAL FINANCIAL CRISIS: FINANCIAL COMPUTABLE GENERAL EQUILIBRIUM APPROACH
By : Iskandar Simorangkir and Justina Adamanti




