Tuesday, 21 June 2011

Sunday, 19 June 2011

Sunday, 12 June 2011

Saturday, 4 June 2011

History Of Majapahit

Sejarah Raja Raja Majapahit
Majapahit adalah sebuah kerajaan di Indonesia yang pernah berdiri dari sekitar tahun 1293 hingga 1500 M. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya dan mejadi Kemaharajaan raya yang menguasai wilayah yang luas pada masa kekuasaan Hayam Wuruk, yang berkuasa dari tahun 1350 hingga 1389.

Sejarah Majapahit
Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu-Buddha terakhir yang menguasai Nusantara dan dianggap sebagai salah satu dari negara terbesar dalam sejarah Indonesia. Kekuasaannya terbentang di Jawa, Sumatra, Semenanjung Malaya, Kalimantan, hingga Indonesia timur, meskipun wilayah kekuasaannya masih diperdebatkan.

Hanya terdapat sedikit bukti fisik sisa-sisa Majapahit, dan sejarahnya tidak jelas. Sumber utama yang digunakan oleh para sejarawan adalah Pararaton ('Kitab Raja-raja') dalam bahasa Kawi dan Nagarakretagama dalam bahasa Jawa Kuno. Pararaton terutama menceritakan Ken Arok (pendiri Kerajaan Singhasari) namun juga memuat beberapa bagian pendek mengenai terbentuknya Majapahit. Sementara itu, Nagarakertagama merupakan puisi Jawa Kuno yang ditulis pada masa keemasan Majapahit di bawah pemerintahan Hayam Wuruk. Setelah masa itu, hal yang terjadi tidaklah jelas. Selain itu, terdapat beberapa prasasti dalam bahasa Jawa Kuno maupun catatan sejarah dari Tiongkok dan negara-negara lain.

Keakuratan semua naskah berbahasa Jawa tersebut dipertentangkan. Tidak dapat disangkal bahwa sumber-sumber itu memuat unsur non-historis dan mitos. Beberapa sarjana seperti C.C. Berg menganggap semua naskah tersebut bukan catatan masa lalu, tetapi memiliki arti supernatural dalam hal dapat mengetahui masa depan. Namun demikian, banyak pula sarjana yang beranggapan bahwa garis besar sumber-sumber tersebut dapat diterima karena sejalan dengan catatan sejarah dari Tiongkok, khususnya daftar penguasa dan keadaan kerajaan yang tampak cukup pasti.

Daftar Raja Raja Majapahit
* Raden Wijaya (Kertarajasa Jayawardhana) (1293-1309)
* Jayanagara (1309-1328)
* Tribhuwana Wijayatunggadewi (1328-1350)
* Hayam Wuruk (Rajasanagara) (1350-1389)
* Wikramawardhana (1390-1428)
* Suhita (1429-1447)
* Dyah Kertawijaya (1447-1451)
* Rajasawardhana (1451-1453)
* Girishawardhana (1456-1466)
* Singhawikramawardhana (Suraprabhawa) (1466-1474)
* Girindrawardhana Dyah Wijayakarana(1468-1478)
* Singawardhana Dyah Wijayakusuma (menurut Pararaton menjadi Raja Majapahit selama 4 bulan sebelum wafat secara mendadak ) ( ? - 1486 )
* Girindrawardhana Dyah Ranawijaya alias Bhre Kertabumi (diduga kuat sebagai Brawijaya, menurut Kitab Pararaton dan Suma Oriental karangan Tome Pires pada tahun 1513) (1474-1519)

Kejayaan Dan Ambruknya Majapahit
Setelah raja Śri Kĕrtānegara gugur, kerajaan Singhasāri berada di bawah kekuasaan raja Jayakatwang dari Kadiri. Salah satu keturunan penguasa Singhasāri, yaitu Raden Wijaya, kemudian berusaha merebut kembali kekuasaan nenek moyangnya. Ia adalah keturunan Ken Angrok, raja Singhāsāri pertama dan anak dari Dyah Lěmbu Tal. Ia juga dikenal dengan nama lain, yaitu Nararyya Sanggramawijaya. Menurut sumber sejarah, Raden Wijaya sebenarnya adalah mantu Kĕrtanāgara yang masih terhitung keponakan. Kitab Pararaton menyebutkan bahwa ia mengawini dua anak sang raja sekaligus, tetapi kitab Nāgarakertāgama menyebutkan bukannya dua melainkan keempat anak perempuan Kěrtanāgara dinikahinya semua. Pada waktu Jayakatwang menyerang Singhasāri, Raden Wijaya diperintahkan untuk mempertahankan ibukota di arah utara. Kekalahan yang diderita Singhasāri menyebabkan Raden Wijaya mencari perlindungan ke sebuah desa bernama Kudadu, lelah dikejar-kejar musuh dengan sisa pasukan tinggal duabelas orang. Berkat pertolongan Kepala Desa Kudadu, rombongan Raden Wijaya dapat menyeberang laut ke Madura dan di sana memperoleh perlindungan dari Aryya Wiraraja, seorang bupati di pulau ini. Berkat bantuan Aryya Wiraraja, Raden Wijaya kemudian dapat kembali ke Jawa dan diterima oleh raja Jayakatwang. Tidak lama kemudian ia diberi sebuah daerah di hutan Těrik untuk dibuka menjadi desa, dengan dalih untuk mengantisipasi serangan musuh dari arah utara sungai Brantas. Berkat bantuan Aryya Wiraraja ia kemudian mendirikan desa baru yang diberi nama Majapahit. Di desa inilah Raden Wijaya kemudian memimpin dan menghimpun kekuatan, khususnya rakyat yang loyal terhadap almarhum Kertanegara yang berasal dari daerah Daha dan Tumapel. Aryya Wiraraja sendiri menyiapkan pasukannya di Madura untuk membantu Raden Wijaya bila saatnya diperlukan. Rupaya ia pun kurang menyukai raja Jayakatwang.

Tidak terduga sebelumnya bahwa pada tahun 1293 Jawa kedatangan pasukan dari Cina yang diutus oleh Kubhilai Khan untuk menghukum Singhasāri atas penghinaan yang pernah diterima utusannya pada tahun 1289. Pasukan berjumlah besar ini setelah berhenti di Pulau Belitung untuk beberapa bulan dan kemudian memasuki Jawa melalui sungai Brantas langsung menuju ke Daha. Kedatangan ini diketahui oleh Raden Wijaya, ia meminta izin untuk bergabung dengan pasukan Cina yang diterima dengan sukacita. Serbuan ke Daha dilakukan dari darat maupun sungai yang berjalan sengit sepanjang pagi hingga siang hari. Gabungan pasukan Cina dan Raden Wijaya berhasil membinasakan 5.000 tentara Daha. Dengan kekuatan yang tinggal setengah, Jayakatwang mundur untuk berlindung di dalam benteng. Sore hari, menyadari bahwa ia tidak mungkin mempertahankan lagi Daha, Jayakatwang keluar dari benteng dan menyerahkan diri untuk kemudian ditawan oleh pasukan Cina.

Dengan dikawal dua perwira dan 200 pasukan Cina, Raden Wijaya minta izin kembali ke Majapahit untuk menyiapkan upeti bagi kaisar Khubilai Khan. Namun dengan menggunakan tipu muslihat kedua perwira dan para pengawalnya berhasil dibinasakan oleh Raden Wijaya. Bahkan ia berbalik memimpin pasukan Majapahit menyerbu pasukan Cina yang masih tersisa yang tidak menyadari bahwa Raden Wijaya akan bertindak demikian. Tiga ribu anggota pasukan kerajaan Yuan dari Cina ini dapat dibinasakan oleh pasukan Majapahit, selebihnya melarikan dari keluar Jawa dengan meninggalkan banyak korban. Akhirnya cita-cita Raden Wijaya untuk menjatuhkan Daha dan membalas sakit hatinya kepada Jayakatwang dapat diwujudkan dengan memanfaatkan tentara asing. Ia kemudian memproklamasikan berdirinya sebuah kerajaan baru yang dinamakan Majapahit. Pada tahun 1215 Raden Wijaya dinobatkan sebagai raja pertama dengan gelar Śri Kĕrtarājasa Jayawardhana. Keempat anak Kertanegara dijadikan permaisuri dengan gelar Śri Parameśwari Dyah Dewi Tribhūwaneśwari, Śri Mahādewi Dyah Dewi Narendraduhitā, Śri Jayendradewi Dyah Dewi Prajnyāparamitā, dan Śri Rājendradewi Dyah Dewi Gayatri. Dari Tribhūwaneśwari ia memperoleh seorang anak laki bernama Jayanagara sebagai putera mahkota yang memerintah di Kadiri. Dari Gayatri ia memperoleh dua anak perempuan, Tribhūwanottunggadewi Jayawisnuwardhani yang berkedudukan di Jiwana (Kahuripan) dan Rājadewi Mahārājasa di Daha. Raden Wijaya masih menikah dengan seorang isteri lagi, kali ini berasal dari Jambi di Sumatera bernama Dara Petak dan memiliki anak darinya yang diberi nama Kalagěmět. Seorang perempuan lain yang juga datang bersama Dara Petak yaitu Dara Jingga, diperisteri oleh kerabat raja bergelar ‘dewa’ dan memiliki anak bernama Tuhan Janaka, yang dikemudian hari lebih dikenal sebagai Adhityawarman, raja kerajaan Malayu di Sumatera. Kedatangan kedua orang perempuan dari Jambi ini adalah hasil diplomasi persahabatan yaang dilakukan oleh Kěrtanāgara kepada raja Malayu di Jambi untuk bersama-sama membendung pengaruh Kubhilai Khan. Atas dasar rasa persahabatan inilah raja Malayu, Śrimat Tribhūwanarāja Mauliwarmadewa, mengirimkan dua kerabatnya untuk dinikahkan dengan raja Singhasāri. Dari catatan sejarah diketahui bahwa Dara Jingga tidak betah tinggal di Majapahit dan akhirnya pulang kembali ke kampung halamannya.

Raden Wijaya wafat pada tahun 1309 digantikan oleh Jayanāgara. Seperti pada masa akhir pemerintahan ayahnya, masa pemerintahan raja Jayanāgara banyak dirongrong oleh pemberontakan orang-orang yang sebelumnya membantu Raden Wijaya mendirikan kerajaan Majapahit. Perebutan pengaruh dan penghianatan menyebabkan banyak pahlawan yang berjasa besar akhirnya dicap sebagai musuh kerajaan. Pada mulanya Jayanāgara juga terpengaruh oleh hasutan Mahāpati yang menjadi biang keladi perselisihan tersebut, namun kemudian ia menyadari kesalahan ini dan memerintahkan pengawalnya untuk menghukum mati orang kepercayaannya itu. Dalam situasi yang demikian muncul seorang prajurit yang cerdas dan gagah berani bernama Gajah Mada. Ia muncul sebagai tokoh yang berhasil mamadamkan pemberontakan Kuti, padahal kedudukannya pada waktu itu hanya berstatus sebagai pengawal raja (běkěl bhayangkāri). Kemahirannya mengatur siasat dan berdiplomasi dikemudian hari akan membawa Gajah Mada pada posisi yang sangat tinggi di jajaran pemerintahan kerajaan Majapahit, yaitu sebagai Mahamantri kerajaan.

Pada masa Jayanāgara hubungan dengan Cina kembali pulih. Perdagangan antara kedua negara meningkat dan banyak orang Cina yang menetap di Majapahit. Jayanāgara memerintah sekitar 11 tahun, pada tahun 1328 ia dibunuh oleh tabibnya yang bernama Tanca karena berbuat serong dengan isterinya. Tanca kemudian dihukum mati oleh Gajah Mada.

Karena tidak memiliki putera, tampuk pimpinan Majapahit akhirnya diambil alih oleh adik perempuan Jayanāgara bernama Jayawisnuwarddhani, atau dikenal sebagai Bhre Kahuripan sesuai dengan wilayah yang diperintah olehnya sebelum menjadi ratu. Namun pemberontakan di dalam negeri yang terus berlangsung menyebabkan Majapahit selalu dalam keadaan berperang. Salah satunya adalah pemberontakan Sadĕng dan Keta tahun 1331 memunculkan kembali nama Gajah Mada ke permukaan. Keduanya dapat dipadamkan dengan kemenangan mutlak pada pihak Majapahit. Setelah persitiwa ini, Mahapatih Gajah Mada mengucapkan sumpahnya yang terkenal, bahwa ia tidak akan amukti palapa sebelum menundukkan daerah-daerah di Nusantara, seperti Gurun (di Kalimantan), Seran (?), Tanjungpura (Kalimantan), Haru (Maluku?), Pahang (Malaysia), Dompo (Sumbawa), Bali, Sunda (Jawa Barat), Palembang (Sumatera), dan Tumasik (Singapura). Untuk membuktikan sumpahnya, pada tahun 1343 Bali berhasil ia ditundukan.

Ratu Jayawisnuwaddhani memerintah cukup lama, 22 tahun sebelum mengundurkan diri dan digantikan oleh anaknya yang bernama Hayam wuruk dari perkawinannya dengan Cakradhara, penguasa wilayah Singhāsari. Hayam Wuruk dinobatkan sebagai raja tahun 1350 dengan gelar Śri Rajasanāgara. Gajah Mada tetap mengabdi sebagai Patih Hamangkubhūmi (mahāpatih) yang sudah diperolehnya ketika mengabdi kepada ibunda sang raja. Di masa pemerintahan Hayam Wuruk inilah Majapahit mencapai puncak kebesarannya. Ambisi Gajah Mada untuk menundukkan nusantara mencapai hasilnya di masa ini sehingga pengaruh kekuasaan Majapahit dirasakan sampai ke Semenanjung Malaysia, Sumatera, Kalimantan, Maluku, hingga Papua. Tetapi Jawa Barat baru dapat ditaklukkan pada tahun 1357 melalui sebuah peperangan yang dikenal dengan peristiwa Bubat, yaitu ketika rencana pernikahan antara Dyah Pitalokā, puteri raja Pajajaran, dengan Hayam Wuruk berubah menjadi peperangan terbuka di lapangan Bubat, yaitu sebuah lapangan di ibukota kerajaan yang menjadi lokasi perkemahan rombongan kerajaan tersebut. Akibat peperangan itu Dyah Pitalokā bunuh diri yang menyebabkan perkawinan politik dua kerajaan di Pulau Jawa ini gagal. Dalam kitab Pararaton disebutkan bahwa setelah peristiwa itu Hayam Wuruk menyelenggarakan upacara besar untuk menghormati orang-orang Sunda yang tewas dalam peristiwa tersebut. Perlu dicatat bawa pada waktu yang bersamaan sebenarnya kerajaan Majapahit juga tengah melakukan eskpedisi ke Dompo (Padompo) dipimpin oleh seorang petinggi bernama Nala.

Setelah peristiwa Bubat, Mahāpatih Gajah Mada mengundurkan diri dari jabatannya karena usia lanjut, sedangkan Hayam Wuruk akhirnya menikah dengan sepupunya sendiri bernama Pāduka Śori, anak dari Bhre Wĕngkĕr yang masih terhitung bibinya.

Di bawah kekuasaan Hayam Wuruk kerajaan Majapahit menjadi sebuah kerajaan besar yang kuat, baik di bidang ekonomi maupun politik. Hayam Wuruk memerintahkan pembuatan bendungan-bendungan dan saluran-saluran air untuk kepentingan irigasi dan mengendalikan banjir. Sejumlah pelabuhan sungai pun dibuat untuk memudahkan transportasi dan bongkar muat barang. Empat belas tahun setelah ia memerintah, Mahāpatih Gajah Mada meninggal dunia di tahun 1364. Jabatan patih Hamangkubhūmi tidak terisi selama tiga tahun sebelum akhirnya Gajah Enggon ditunjuk Hayam Wuruk mengisi jabatan itu. Sayangnya tidak banyak informasi tentang Gajah Enggon di dalam prasasti atau pun naskah-naskah masa Majapahit yang dapat mengungkap sepak terjangnya.

Raja Hayam Wuruk wafat tahun 1389. Menantu yang sekaligus merupakan keponakannya sendiri yang bernama Wikramawarddhana naik tahta sebagai raja, justru bukan Kusumawarddhani yang merupakan garis keturunan langsung dari Hayam Wuruk. Ia memerintah selama duabelas tahun sebelum mengundurkan diri sebagai pendeta. Sebelum turun tahta ia menujuk puterinya, Suhita menjadi ratu. Hal ini tidak disetujui oleh Bhre Wirabhūmi, anak Hayam Wuruk dari seorang selir yang menghendaki tahta itu dari keponakannya. Perebutan kekuasaan ini membuahkan sebuah perang saudara yang dikenal dengan Perang Parěgrěg. Bhre Wirabhumi yang semula memperoleh kemenanggan akhirnya harus melarikan diri setelah Bhre Tumapĕl ikut campur membantu pihak Suhita. Bhre Wirabhūmi kalah bahkan akhirnya terbunuh oleh Raden Gajah. Perselisihan keluarga ini membawa dendam yang tidak berkesudahan. Beberapa tahun setelah terbunuhnya Bhre Wirabhūmi kini giliran Raden Gajah yang dihukum mati karena dianggap bersalah membunuh bangsawan tersebut.

Suhita wafat tahun 1477, dan karena tidak mempunyai anak maka kedudukannya digantikan oleh adiknya, Bhre Tumapĕl Dyah Kĕrtawijaya. Tidak lama ia memerintah digantikan oleh Bhre Pamotan bergelar Śri Rājasawardhana yang juga hanya tiga tahun memegang tampuk pemerintahan. Bahkan antara tahun 1453-1456 kerajaan Majapahit tidak memiliki seorang raja pun karena pertentangan di dalam keluarga yang semakin meruncing. Situasi sedikit mereda ketika Dyah Sūryawikrama Giriśawardhana naik tahta. Ia pun tidak lama memegang kendali kerajaan karena setelah itu perebutan kekuasaan kembali berkecambuk. Demikianlah kekuasaan silih berganti beberapa kali dari tahun 1466 sampai menjelang tahun 1500. Berita-berita Cina, Italia, dan Portugis masih menyebutkan nama Majapahit di tahun 1499 tanpa menyebutkan nama rajanya. Semakin meluasnya pengaruh kerajaan kecil Demak di pesisir utara Jawa yang menganut agama Islam, merupakan salah satu penyebab runtuhnya kerajaan Majapahit. Tahun 1522 Majapahit tidak lagi disebut sebagai sebuah kerajaan melainkan hanya sebuah kota. Pemerintahan di Pulau Jawa telah beralih ke Demak di bawah kekuasaan Adipati Unus, anak Raden Patah, pendiri kerajaan Demak yang masih keturunan Bhre Kertabhūmi. Ia menghancurkan Majapahit karena ingin membalas sakit hati neneknya yang pernah dikalahkan raja Girindrawarddhana Dyah Ranawijaya. Demikianlah maka pada tahun 1478 hancurlah Majapahit sebagai sebuah kerajaan penguasa nusantara dan berubah satusnya sebagai daerah taklukan raja Demak. Berakhir pula rangkaian penguasaan raja-raja Hindu di Jawa Timur yang dimulai oleh Keng Angrok saat mendirikan kerajaan Singhāsari, digantikan oleh sebuah bentuk kerajaan baru bercorak agama Islam.

Ironisnya, pertikaian keluarga dan dendam yang berkelanjutan menyebabkan ambruknya kerajaan ini, bukan disebabkan oleh serbuan dari bangsa lain yang menduduki Pulau Jawa.

sumber: *Wikipedia (www.sisilain.net)

Tuesday, 31 May 2011

Pengendalian Inflasi

Tinjauan Umum Kondisi Inflasi tahun 2010 Jambi dan Alternatif Mengendalikannya

1. Pengertian Umum Inflasi
Inflasi adalah kecenderungan dari harga-harga untuk meningkat secara umum dan terus menerus. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas (atau mengakibatkan kenaikan) kepada barang lainnya. Kebalikan dari inflasi disebut deflasi.

Indikator Inflasi di Indonesia:
• Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan indikator yang umum digunakan untuk menggambarkan pergerakan harga. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat. Dilakukan atas dasar survei bulanan di 45 kota, di pasar tradisional dan modern terhadap 283-397 jenis barang/jasa di setiap kota dan secara keseluruhan terdiri dari 742 komoditas.
• Indeks Harga Perdagangan Besar merupakan indikator yang menggambarkan pergerakan harga dari komoditi-komoditi yang diperdagangkan di suatu daerah.
2. Kondisi Inflasi di Indonesia tahun 2008
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Jambi tahun 2010 adalah 10,52 persen, angka ini mengisyaratkan bahwa kita punya ‘pekerjaan rumah’ untuk memperbaiki kondisi tahun 2011 yang sedang berjalan.

3. Penyebab Inflasi
Secara Teori: Inflasi dapat timbul karena adanya tekanan dari sisi penawaran (cost push inflation), dari sisi permintaan (demand pull inflation), dan dari ekspektasi inflasi.
Faktor-faktor pendorong terjadinya cost push inflation dapat disebabkan oleh depresiasi nilai tukar, dampak inflasi luar negeri terutama negara-negara partner dagang, peningkatan harga-harga komoditi yang diatur pemerintah (administered price, seperti BBM, TDL, tarif telepon, cukai rokok, dan tarif angkutan), dan terjadi negative supply shocks, seperti gagal panen dan langkanya komoditi tertentu akibat bencana alam dan terganggunya distribusi. Hal-hal tersebut otomatis akan membuat biaya produksi naik dan harga-harga melejit.
Faktor penyebab terjadi demand pull inflation adalah tingginya permintaan barang dan jasa relatif terhadap ketersediaannya. Dalam konteks makroekonomi, kondisi ini digambarkan oleh output riil yang melebihi output potensialnya atau permintaan total (agregate demand) lebih besar dari pada kapasitas perekonomian. Dengan kata lain, banyaknya uang beredar di masyarakat yang melebihi jumlah produksi barang dan jasa merupakan pemicu inflasi jenis ini. Inflasi jenis ini bisa memicu naiknya produksi sehingga keuntungan perusahaan naik. Tapi, bila inflasi ini berkelanjutan, harga-harga barang lain dan harga biaya tenaga kerja juga akan ikut naik. Akibatnya, daya beli masyarakat akan turun.

Sementara itu, faktor ekspektasi inflasi dipengaruhi oleh perilaku masyarakat dan pelaku ekonomi apakah lebih cenderung bersifat adaptif atau forward looking. Hal ini tercermin dari perilaku pembentukan harga di tingkat produsen dan pedagang terutama pada saat menjelang hari-hari besar keagamaan (lebaran, natal, dan tahun baru) dan penentuan upah minimum regional.
Penyumbang inflasi terbesar pada tahun 2010 yang lalu adalah terjadinya kenaikan pada bahan makanan, terutama untuk komoditi pokok. Cabe semakin pedas, beras semakin sulit dijangkau, beberapa pendapat mengatakan dan menjadikan anomaly cuaca menjadi salah satu alas an, namun di sisi lain yang tak kalah pentingnya adalah pada bagaimana barang tersebut sampai ke konsumen.
Sebagaimana diketahui hamper semua kebutuhan terhadap bahan makan Jambi berasal dari impoir antar daerah, cabe di datangkan dari Bengkulu, padang dan kota-kota terdekat, begitu juga dengan beras yang sebagaian di dapat dari Sumatera Selatan, belum lagi termask kielompok bawang.
Ketika berbica impor maupun sebaliknya maka kita akan dihadapkan pada kondisi dan baiknya infrastruktur, kondidi inilah yang akhirnya mempengaruhi juga terhadap kenaikan harga, karena bebarapa kondisi jalan yang tidak memadai sehingga menimbulkan cost tambahan yang gilirannya berpengaruh pada stabilitas harga.

4. Alternatif Mengendalikan Inflasi
Perlu dilakukan upaya nyata oleh Pemerintah untuk mengurangi tekanan kenaikan harga yang disebabkan oleh harga pangan dunia. Jadi langkah yang mungkin dilakukan adalah dengan meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi pangan di daerah, sehingga mampu menghasilkan produk sendiri. Selain itu, kendala teknis tentang distribusi juga harus dibenahi oleh Pemerintah sehingga dapat mencegah kenaikan harga dan kelangkaan bahan-bahan kebutuhan pokok utamanya bahan makanan

Conquest of Paradise

Menjelajah Rimba
Pagi belum seluruhnya tiba, persiapan perjalanan untuk memasuki hutan sudah siap sejaka malam tadi. perjalanan kali ini adalah menjelajah sebagian rimba, untuk mencari orang-orang yang belum tercatat sebagai penduduk. hari itu adalah perjalanan bertepatan dengan kegiatan Sensus Penduduk 2010.

Ada rasa penasaran dan gelisah mungkin rasa khawatir apa yang akan dihadapi, luasnya hutan yang harus dan kadangkala ditelusuri dengan mengibas semak semak yang akan kami lalui.

selama ini hanya cerita dan berbagai ikutannya yang selalu didengar, dengan bumbu-bumbu sedikit mistis tentang keberadaan masyarakat yang akan kami datangi.

pagi akhirnya menjalang, bergegas kami menaiki mobil yang memang sudah disiapkan, perjalanan yang akan dituju adalah pinggir hutan di bukit 12, munjgkin tidak akan ke dalam sekali menyusur yang penting bisa berjumpa dan melihat keberadaan mereka.

Bayangan dan reka reka dengan dugaan 25 tahun yang lampau akhirnya tertepis sudah, mereka adalah kita, yang membedakan adalah dimana mereka hidup, tinggal dan beraktivitas sehari-hari, itu saja.

Suku Kubu atau juga dikenal dengan Suku Anak Dalam atau Orang Rimba adalah salah satu suku bangsa minoritas yang hidup di Pulau Sumatra, tepatnya di Provinsi Jambi dan Sumatra Selatan. Mereka mayoritas hidup di propinsi Jambi, dengan perkiraan jumlah populasi sekitar 200.000 orang.

Menurut tradisi lisan suku Anak Dalam merupakan orang Maalau Sesat, yang m lari ke hutan rimba di sekitar Air Hitam, Taman Nasional Bukit Duabelas. Mereka kemudian dinamakan Moyang Segayo. Tradisi lain menyebutkan mereka berasal dari Pagaruyung, yang mengungsi ke Jambi. Ini diperkuat kenyataan adat suku Anak Dalam punya kesamaan bahasa dan adat dengan suku Minangkabau, seperti sistem matrilineal.

Secara garis besar di Jambi mereka hidup di 3 wilayah ekologis yang berbeda, yaitu Orang Kubu yang di utara Provinsi Jambi (sekitaran Taman Nasional Bukit 30), Taman Nasional Bukit 12, dan wilayah selatan Provinsi Jambi (sepanjang jalan lintas Sumatra). Mereka hidup secara nomaden dan mendasarkan hidupnya pada berburu dan meramu, walaupun banyak dari mereka sekarang telah memiliki lahan karet dan pertanian lainnya.

Kehidupan mereka sangat mengenaskan seiring dengan hilangnya sumber daya hutan yang ada di Jambi dan Sumatra Selatan, dan proses-proses marginalisasi yang dilakukan oleh pemerintah dan suku bangsa dominan (Orang Melayu) yang ada di Jambi dan Sumatra Selatan.

Mayoritas suku kubu menganut kepercayaan animisme, tetapi ada juga beberapa puluh keluarga suku kubu yang pindah ke agama Islam

tulisan berdasarkan kisah perjalanan yang dilakukan pada tahun 2010 pada saat pelaksanaan sensus penduduk dan diperkaya dengan tulisan

WHAT'S EROTOMANIA

Erotomania is a type of delusion in which the affected person believes that another person, usually a stranger or famous person, is in love with him or her. The illness often occurs during psychosis, especially in patients with schizophrenia or bipolar mania.[1] In one case, erotomania was reported in a patient who had undergone surgery for a ruptured cerebral aneurysm.[2] During an erotomanic episode, the patient believes that a "secret admirer" is declaring his or her affection to the patient, often by special glances, signals, telepathy, or messages through the media. Usually the patient then returns the perceived affection by means of letters, phone calls, gifts, and visits to the unwitting recipient. Even though these advances are unexpected and unwanted, any denial of affection by the object of this delusional love is dismissed by the patient as a ploy to conceal the forbidden love from the rest of the world.[2]

The term erotomania is often confused with "obsessive love", obsession with unrequited love, or hypersexuality (see nymphomania). Obsessive love is not erotomania by definition.

Erotomania is also called de Clérambault's syndrome, after the French psychiatrist Gaëtan Gatian de Clérambault (1872–1934), who published a comprehensive review paper on the subject (Les Psychoses Passionelles) in 1921.

From Wikipedia, the free encyclopedia



JOHN ROBERT BARDO

The Death of Rebecca Schaeffer

Frank Wilkins

The Stalking Death that Changed the Law

In the late 1980s, a young actress named Rebecca Lucile Schaeffer was struggling to find her big break into show business. Born in 1967, the only child of a psychologist and a writer, Rebecca was sleek, svelte and beautiful. Her beauty landed her on the cover of Seventeen magazine.

She was at the beginning of a promising career as an actress when an unemployed Tucson, Ariz., fast-food worker, who had developed an obsession with her, struck her down in 1989.


She couldn't even afford a phone when her agent tacked a note on her apartment door telling her to report to the set of My Sister Sam, her breakthrough starring opposite Pam Dawber of MoRebecca Schaefferrk and Mindy fame. She moved from New York to California and rented an apartment in the Fairfax District of Los Angeles, in a Tudor style building at 120
N. Sweetzer. She lived a quiet life, alone.

The show was a success, but Rebecca would never live to enjoy it.

Robert John Bardo was the youngest of seven siblings, son of a former Air Force officer. He grew up in Tucson, Arizona, the object of much physical and mental abuse.

According to one of his teachers, Bardo was "a time bomb on the verge of exploding." When he was 13, Bardo took a bus to Maine in search of Samantha Smith, the child that became famous for sending a letter to Mikhail Gorbachov.

The authorities found him and returned him to Tucson.

Bardo became a good student, but wrote his teachers threatening letters. He was hospitalized two times because of "severe emotional damages."

At 16, while working as a janitor for a fast food restaurant, he found a better reality in television. In the fall of 1986, he became a fan of My Sister Sam.

In particular, Bardo began to be obsessed with the character "Patti," played by Rebecca Schaeffer. He built a shrine to her in his bedroom.

She came into my life in the right moment. She was brilliant, pretty, outrageous, her innocence impressed me. She turned into a goddess for me, an idol. Since then, I turned an atheist, I only adored her.

~ Robert John Bardo

Like millions of fans, Bardo started to write letters to her. Rebecca responded, writing that his letter was "the most beautiful" that she had ever received. On her letter, she drew a peace sign, a heart, and signed it: "With love from Rebecca." The day Bardo received the letter he wrote in his diary: When I think of her, I would like to become famous to impress her.

In June 1987, Bardo arrived at the Burbank Studio gates where My Sister Sam was produced, carrying a teddy bear and a bouquet of roses for Rebecca. The guard didn't let him in. Bardo returned a month later with a knife, but didn't gain entrance then either. In his diary, he wrote: "I don't lose. Period."

Bardo returned to Tucson. Later on, he saw her new film Class Struggle in Beverly Hills. In the movie, Rebecca had a bed scene with a male actor. This upset Bardo. He couldn't envision his innocent young girl being an adult woman. To him, she had become "one more of the bitches of Hollywood." Bardo decided Rebecca had to be punished for her immorality. He drew a diagram of her body and marked spots where he planned to shoot her. He asked his older brother, Edgar, to buy him a gun.

Robert Bardo, 21, bombarded Rebecca with swarms of love letters. HeRobert John Bardo collected videos of Rebecca's TV shows: Amazing Stories, My Sister Sam, One Life to Live. He bedecked his room with dozens of glossy publicity photos of the girl he lusted for. He mailed an ominous-sounding letter to his sister in Tennessee, telling her if he couldn't have Rebecca, no one else would. He hopped a Hollywood-bound bus in Tucson, hell-bent on tracking her down.

On July 17, 1989, he called her agent's office and tried to find out where she lived. Refused this information, he relentlessly roamed the streets, flashing her photo and asking passersby if they knew her address. He needlessly paid a private detective $250 to find her. For as little as $1, a person can go into any of California's DMV offices, fill out Form 70 stating who they are, what person they want information on, the reason, and how they intend to use it. Even if they lie, the information is delivered on the spot.

Armed with this information, on July 18 1989, Bardo, dressed in a yellow Polo shirt, rang Rebecca Schaeffer's doorbell. The intercom wasn't working, so she came downstairs to the apartment building's front door. She saw Bardo, and basically ignored his attention. He left and grabbed a meal of onion rings and cheesecake at Jan's Restaurant at 8424 Beverly Blvd. in Los Angeles. After about an hour, Bardo returned to the house and rang the bell again. Still in her housecoat, Schaeffer came to the front door, turned the handle and opened it.

Bardo's own account of the incident: "She had this kid voice... sounded like a little brat or something... said I was wasting her time! ... Wasting her time! No matter what, I thought that was a very callous thing to say to a fan, you know... I grabbed the door... guns still in the bag... I grab it by the trigger... I come around, and kapow, and she's like screaming... aaahhh... screaming... why, aaahhh ... and it's like, oh God... "

A neighbor named Richard Goldman heard the two gunshots and two bloodcurdling screams and rushed to her door and found Rebecca Schaeffer's body clad in a black robe, twitching in the building's foyer. He checked her pulse, but found none. Her arms were akimbo and her feet were wedged between the door and its frame. Witnesses saw a young man in a yellow shirt jogging up the Hollywood block. He turned into an alley and disappeared.

Sirens screaming, Rebecca was rushed to Cedars-Sinai Medical Center. She lingered for 30 minutes before she died.

The next day, back in Tucson, several motorists called 911 to report a man running around in traffic on Interstate 10. It looked like he was trying to get hit. He confessed immediately to the murder. Arizona police faxed his photo to LA, and witnesses confirm his identity. In court, he appeared dazed and confused. "I could probably tell you what I did after I killed her, how I got sick and all...but I don't feel like it," he said.

Rebecca's body was shipped back to her native Oregon, for burial.

A year after the slaying, Bardo gave an interview in which he stated, "I was a fan of hers and I may have carried it too far. But a lot of things have appeared in the press to make me out to be a monster. If I had one wish where if it was to ever come true it would be for Rebecca Schaeffer to be alive today."

When Bardo's sister heard about the murder, she contacted the police about her brother. He was extradited to California. Bardo defense attorneys pleaded he had an unstable mental condition due to childhood abuse.

Bardo was tried and convicted by prosecutor Marcia Clark, who would later become most famous for her unsuccessful attempts to prosecute O.J. Simpson.

Convicted of capital murder in a non-jury courtroom, Bardo was sentenced to life without parole by Superior Court Judge Dino Fulgoni on Dec. 20, 1991. Eyes flashing like Satanic neons, Bardo told the judge: "The idea I killed her for fame is totally ridiculous. I do realize the magnitude of what I've done. I don't think it needs to be compounded by a bunch of lies because she's an actress."

Rebecca Schaeffer's murder and the Teresa Saldana assault case provoked Governor George Deukmejian to sign a law that prohibited the DMV from releasing addresses and inspired the Los Angeles Police Department to create the first Threat Management Team. The California law was passed in 1990 and became effective on the first day of 1991. The law was the first of its kind and later helped to convict Jonathan Norman, who was sentenced to 25 years in prison for attempting to carry out threats against director Steven Spielberg.

According to the legislation, a stalker is defined as "someone who willfully, maliciously and repeatedly follows or harasses another victim and who makes a credible threat with the intent to place the victim or victim's immediate family in fear of their safety." There must be at least two incidents to constitute the crime and show a "continuity of purpose" or credible threat.

By 1993, all states, as well as Canada, put anti-stalking laws into effect.

Be happy in jail!
- Dana Schaeffer, Rebecca's mother, to Bardo.

SMS Nazaruddin Palsu, Ada yang Manfaatkan Situasi


Politikindonesia - Keberadaan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin di Singapura, dimanfaatkan oleh segelintir pihak untuk menyebar kabar bohong. Beredar pesan singkat dari sebuah nomor asing mengatas namakan Nazaruddin yang mendiskreditkan Demokrat dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Belakangan diketahui, SMS tersebut palsu. Publik diminta untuk tak menyebarluaskan informasi bohong tersebut.

Imbauan itu dikemukakan oleh Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana Andi Arief, Sabtu (28/05). “Penyebarluasan info bohong dengan nomor yang juga tidak bisa dipertanggungjawabkan ini di samping tugas aparat hukum untuk segera mengambil tindakan.”

Andi curiga, ada pihak yang memanfaatkan situasi dengan mengirim pesan singkat yang mendiskreditkan banyak pihak, termasuk Presiden SBY. Metode penyebarluasan informasi semacam ini adalah kelanjutan dari berbagai cara yang selama ini digunakan untuk membuat berita bohong.

“Ada baiknya juga untuk bersama-sama tidak menjadi penyebar informasi yang keliru tersebut,” ujar Andi.

Andi menambahkan, kemajuan teknologi memang sangat memungkinkan lahirnya informasi-informasi tidak sehat. Upaya mendiskreditkan yang selama ini selalu digunakan menggunakan SMS, jejaring sosial, dan lain-lain sulit dicegah.

“Tetapi, sangat mungkin ditemukan pelakunya oleh aparat hukum dan oleh media massa bisa difilter karena sumber pemberitaannya yang tidak jelas, dengan isi tanpa fakta. Kejadian seperti ini bisa terkena pada siapapun. Kita berharap tradisi buruk penggunaan teknologi bukan menjadi kebudayaan kita,” imbuhnya.

Adapun sebagian isi SMS tersebut adalah sebagai berikut: "Demi Alloh, Saya M Nazaruddin telah dijebak, dikorbankan dan difitnah. Karakter, karier, masa depan saya dihancurkan. Dari Singapore saya akan membalas."

Dalam pesan singkat itu yang mengaku Nazaruddin juga bertekad akan bongkar kasus sejumlah petinggi Demokrat termasuk kasus Bank Century, korupsi Wisma Atlet, dan Manipulasi data IT 18 juta suara dalam Pemilu.

Nazaruddin sendiri kepada pers, membantah sebagai penyebar pesan singkat tersebut. Dia menegaskan dirinya tidak pernah mengirim SMS atau pesan apapun, apalagi sampai mengancam politisi PD dan SBY. Ini fitnah, enggak benar sama sekali," ujar Nazaruddin kepada pers, Sabtu (28/05) .

Nazaruddin yang dikait-kaitkan dengan kasus dugaan suap Kemenpora dan juga kasus pemberian uang kepada Sekjen MK Janedjri M Gaffar menegaskan dirinya di Singapura sedang melakukan cek kesehatan, tidak untuk ancam-mengancam. "Saya di sini sedang check-up," imbuhnya. (aan/rin/kap) http://www.politikindonesia.com/index.php?

Kasus Nazaruddin Turunkan Popularitas Demokrat

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI), Burhanuddin Muhtadi, mengatakan kasus yang melibatkan Nazaruddin kemungkinan ikut menjadi pemicu turunnya popularitas Partai Demokrat. Meski survei yang dilakukan LSI tidak secara khusus meneliti hal ini, menurutnya kemungkinan itu tetap ada.

"Kemungkinan ada Nazaruddin effect," katanya ketika dihubungi, Senin, 30 Mei 2011. Survei yang dilakukan oleh LSI menunjukkan tren suara untuk Partai Demokrat terus menurun secara signifikan sejak Januari 2010. Jika diadakan pemilihan umum saat ini, hanya 18,9 persen pemilih yang akan memilih partai atau calon dari Partai Demokrat. Padahal pada awal tahun lalu angkanya mencapai 32 persen.

Muhammad Nazaruddin adalah mantan Bendahara Partai Demokrat yang diduga terlibat kasus korupsi wisma atlet SEA Games, Palembang, Sumatra Selatan. Ia terbang ke Singapura pada 23 Mei lalu, sehari sebelum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia mengeluarkan surat pencekalan untuknya. Nazaruddin diduga terlibat dalam pengaturan proyek untuk SEA Games itu. Ia diduga mengusahakan PT Duta Graha Indah menang tender. Atas usaha tersebut ia mendapat sejumlah uang.

Sayangnya, dalam penelitian LSI itu, responden tidak ditanyai tentang persepsi mereka terhadap kasus korupsi yang melibatkan Nazaruddin. Meski begitu, menurut Burhanuddin, penurunan tingkat keterpilihan ini bisa dipahami karena pada saat yang sama sedang terjadi penurunan popularitas Presiden SBY.

Secara umum kasus-kasus korupsi yang mengemuka menyebabkan sentimen masyarakat terhadap partai politik turun. Pemilih tidak lagi merasa dekat dengan partai. Bahkan hanya 20 persen pemilih yang merasa dekat dengan partai. Penurunan sentimen lebih banyak datang dari kalangan menengah atas yang kesal terhadap kasus-kasus korupsi.

Tren ini memang terjadi di kalangan massa mengambang atau swing voters. Seperti dalam pemilihan umum 2009, sentimen pemilih saat ini sangat cair. Pemilih dari Partai Golkar paling stabil, dan pemilih Demokrat dibanding partai besar seperti PDIP dan Golkar paling tidak stabil. Hanya 54,5 persen dari pemilih yang memilih Partai Demokrat pada 2009, menyatakan akan memilih partai yang sama sekarang.

Monday, 30 May 2011

Jambi The City of Cristal Soul

POLICY

Kebiijakan yang digunakan dalam menangani masalah inflasi seharusnya tidak hanya berfokus kepada kebijakan dalam sektor moneter yang dimaksudkan untuk menstabilkan tingkat harga umum yang biasanya hanya berguna dalam periode jangka pendek. Untuk memberikan pondasi yang kokoh terhadap pengaruh inflasi, seharusnya pemerintah melaksankan kebijakan yang lebih berfokus kepada pembangunan ekonomi di sektor riil dengan tepat sehingga diharapkan sektor rill mempunyai fundamental ekonomi yang kokoh.

CLOSE TO THE EDGE



Sunday, 29 May 2011

VOLATILE AND ADMINISTERED

Food and Energy Prices May Boost Inflation
"Climate is yet predictable. No guarantee that food supply is secure"

VIVAnews - The fluctuating prices of food and energy is still posing threats to the 2012 Draft State Budget.

"Climate is yet predictable. No guarantee that food supply is secure," said Firmanzah, Dean of the Faculty of Economics at University of Indonesia, on Thursday.

Issues on food prices emerged as a result of weak food diversification. Global swinging rice prices will still be affecting the nation as well.

He said, the next challenge will be concerned with infrastructures and national logistics.

According to him, should the two issues are settled, inflation rate will be lower compared 2011. Nonetheless, the inflation rate will depend much on oil prices. Should the premium fuel prices be raised in 2012, inflation will hike.
• VIVAnews

INFLATION HIGHLIGHT

Demand-pull inflation
is asserted to arise when aggregate demand in an economy outpaces aggregate supply. It involves inflation rising as real gross domestic product rises and unemployment falls, as the economy moves along the Phillips curve. This is commonly described as "too much money chasing too few goods". More accurately, it should be described as involving "too much money spent chasing too few goods", since only money that is spent on goods and services can cause inflation. This would not be expected to persist over time due to increases in supply, unless the economy is already at a full employment level.
The term demand-pull inflation is mostly associated with Keynesian economics.
According to Keynesian theory, the more firms will employ people, the more people are employed, and the higher aggregate demand will become. This greater demand will make firms employ more people in order to output more. Due to capacity constraints, this increase in output will eventually become so small that the price of the good will rise. At first, unemployment will go down, shifting AD1 to AD2, which increases Y by (Y2 - Y1). This increase in demand means more workers are needed, and then AD will be shifted from AD2 to AD3, but this time much less is produced than in the previous shift, but the price level has risen from P2 to P3, a much higher increase in price than in the previous shift. This increase in price is called inflation.

MEAN OF INFLATION

What Does Inflation Mean?
The rate at which the general level of prices for goods and services is rising, and, subsequently, purchasing power is falling. Central banks attempt to stop severe inflation, along with severe deflation, in an attempt to keep the excessive growth of prices to a minimum.

What Does Consumer Price Index - CPI Mean?
A measure that examines the weighted average of prices of a basket of consumer goods and services, such as transportation, food and medical care. The CPI is calculated by taking price changes for each item in the predetermined basket of goods and averaging them; the goods are weighted according to their importance. Changes in CPI are used to assess price changes associated with the cost of living.

Sometimes referred to as "headline inflation."

Watch: The Consumer Price Index
Click here for Investopedia FXtrader

FISCAL STIMULUS AND MONETARY


THE ROLE OF FISCAL STIMULUS AND MONETARY EASING IN INDONESIAN ECONOMY DURING GLOBAL FINANCIAL CRISIS: FINANCIAL COMPUTABLE GENERAL EQUILIBRIUM APPROACH
By : Iskandar Simorangkir and Justina Adamanti


Global financial crisis started in mid 2008 has reduced global economic growth, and many countries even experienced economic contraction. To deal with economic contraction, various economic policies have been undertaken. Governments have increased fiscal stimulus through increasing expenditure and lowering tax while central banks have cut policy rates substantially. In some countries interest rates even reach zero or close to zero. Similar to many other countries, Indonesia has also undertaken expansionary policies, namely increasing fiscal stimulus and lowering interest rates. This paper examines the impacts of fiscal stimulus and interest rate cut on Indonesian economy using financial computable general equilibrium (FCGE) approach. The estimation results show a number of findings. First, the combination of fiscal expansion and monetary expansion boosts economic growth of Indonesia effectively. Relative to the effectiveness of fiscal expansion without monetary policy expansion or monetary expansion without fiscal expansion, the combination of those two policies is more effective. Second, looking into the components of GDP, the combination of fiscal and monetary expansion has a large multiplier effect, boosting aggregate demand through increasing consumption, investment, government expenditure, exports and imports. Meanwhile, from production side, the combination of fiscal and monetary expansion has positive effects on increasing production of all economic sectors. This effect comes from fiscal incentive (lower tax, lower import duties, etc) in increasing investment. Moreover, the increase in aggregate demand also encourages enterprises to increase their production. Third, institutionally fiscal stimulus and monetary easing has increased income and purchasing power of the poor and rich households in rural and urban area. This increase in turn results in higher all household consumption.